The Wedding Of
01 Februari 2026
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
(QS. Ar-Rum : 21)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, Kami Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami.
Shadillah Ilhami Rez’qi
Haryandinny, S.Psi., M.Psi.
Putri Pertama dari Bapak Sri Haryanto
dan Ibu Sari Indrawati
Fathoni Hadi, S.Tr.Kes., M.Psi.
Putra Keempat dari Bapak Hadi Priono
dan Ibu Sunarti
01
02
26
Titik Awal: Bertemu karena berjodoh, bukan berjodoh karena bertemu (2023)
Di tengah euforia kelulusan sarjana dan ritme kehidupan kerja yang mulai mapan, semesta seakan memberi isyarat untuk berhenti sejenak dan menempuh arah baru. Keputusan pun diambil untuk melanjutkan studi magister Psikologi di Universitas Diponegoro.
Seperti asam di gunung dan garam di laut yang akhirnya bertemu di belanga, kami tak pernah menyangka bahwa dari lebih dari 286 juta penduduk dan 4000 lebih perguruan tinggi di indonesia, takdir mempertemukan kami di ruang kelas yang sama. Pertemuan itu bermula sebagai rekan seperjuangan akademik. Diskusi teoritis yang mendalam, pertukaran gagasan, serta kolaborasi penelitian perlahan membuka ruang perjumpaan antara hati dan pikiran. Dari proses intelektual itulah tumbuh kesadaran reflektif bahwa mungkin, kami sedang menemukan sosok yang selama ini dicari. Kami pun meyakini, bukan pertemuan yang menjadikan kami berjodoh, melainkan jodohlah yang mempertemukan kami.
Membaca Hati di Puncak Bismo
Dalam perspektif psikologi, karakter autentik kerap muncul dalam situasi yang menantang. Gunung Bismo kami pilih sebagai ruang awal fase eksplorasi relasional, sebuah proses saling mengenal yang berlangsung alami dan jujur. Di sana, kami tidak hanya mengagumi keindahan ciptaan Tuhan, tetapi juga menyaksikan secara langsung ketangguhan, kesabaran, dan tanggung jawab satu sama lain.
Hujan jatuh pada musimnya, kemarau datang tidak terlambat. Namun cinta, tak pernah ada yang tau kapan datangnya. Perlahan kami menyadari bahwa sepanjang pendakian itu, tanpa disadari, kami sedang saling jatuh cinta.
Menyatakan Cinta: Khitbah, 31 Agustus 2025
Seiring waktu yang kami lalui bersama, keyakinan itu semakin menguat. Pada 31 Agustus 2025, dalam suasana hangat dan penuh keharuan, kami mengikrarkan khitbah. Lamaran dilangsungkan secara sederhana di rumah, dikelilingi keluarga terdekat yang menjadi saksi dan penyemat doa. Momen tersebut menjadi penanda keseriusan kami untuk melangkah bersama menuju masa depan yang direncanakan dengan kesadaran dan komitmen.
Merayakan Cinta: Resepsi di Kota Kenangan, 1 Februari 2026
Kini tibalah saatnya merayakan perjalanan yang telah ditempuh. Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak, Ibu, Saudara, dan Saudari untuk hadir dalam resepsi pernikahan kami yang akan diselenggarakan di Ballroom Masjid Raya Baiturrahman Semarang pada 1 Februari 2026. Kehadiran serta doa restu Anda kami harapkan menjadi penguat janji kami dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.