Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, Kami Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami.
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
(QS. Ar-Rum : 21)
Putri Pertama dari
Bapak Martiyanul, S.E
&
Ibu Estrelda (Elda)
Putra Pertama dari
Bapak Unang Ruhiat (Alm)
&
Ibu Veny Meilawaty
Save
The
Date
” Tidak ada yang kebetulan yang terjadi di dunia ini, sepertinya semua pertemuan dan kejadian sudah direncanakan sejak awal,”
~ Silver Rayleigh ~
Kami tidak bertemu karena kebetulan besar.
Kami hanya dikenalkan oleh seorang teman, lalu saling menyapa melalui layar kecil bernama Instagram.
Tak ada yang istimewa saat itu—selain rasa ingin tahu yang perlahan tumbuh menjadi perhatian.
Jarak menjadi awal ujian kami.
Bandung dan Pekanbaru bukan sekadar dua kota,
melainkan jarak yang mengajarkan arti menunggu, percaya, dan menjaga rasa
tanpa kehadiran fisik setiap hari.
Namun jarak juga mengajarkan kami satu hal penting:
bahwa cinta bukan tentang seberapa sering bertemu,
melainkan seberapa kuat niat untuk tetap memilih.
Ketika akhirnya kami bertemu langsung untuk pertama kalinya di Bandung,
tidak ada kembang api, tidak ada janji berlebihan.
Hanya perasaan tenang—
perasaan yakin bahwa inilah orang yang ingin aku pulangi.
Hari ini, kami berdiri di sini
bukan karena hubungan kami selalu mudah,
tetapi karena kami memilih untuk bertahan, berproses, dan saling menggenggam.
Kami berkomitmen untuk menikah
bukan karena cinta kami sempurna,
melainkan karena kami siap menyempurnakannya bersama—
dalam doa, kesabaran, dan tanggung jawab.
Semoga perjalanan yang dimulai dari jarak ini
berakhir pada satu tujuan yang sama:
rumah yang penuh ketenangan,
dan cinta yang tumbuh hingga akhir waktu.